kasihan kau manusia
terlalu lama kau berendam dalam sampah
hingga tidak tahu lagi bahwa itu sampah
hingga tidak tahu lagi bahwa itu bau
hingga tidak tahu lagi bahwa itu kotor
hingga kaulah yang kemudian menjadi sampah
kasihan kau manusia
terlalu lama kau berendam dalam sampah
hingga tidak tahu lagi bahwa itu sampah
hingga tidak tahu lagi bahwa itu bau
hingga tidak tahu lagi bahwa itu kotor
hingga kaulah yang kemudian menjadi sampah
masa lalu adalah sejarah
saat ini adalah masa lalu
saat ini adalah sejarah
dan masa depan adalah saat ini
lalu dimana manusia ?
dan apa itu waktu ?
hingga kau merasa malu melihatnya
merasa lucu menatapnya
merasa takut mengemukakannya
maka itulah dirimu dalam kaca
tak berguna dan tak berasa
hanya produk dikte manusia
maka yakinlah hingga keyakinan itu datang
bantai semua keraguan itu
karena kita tidak melihat ada jalan kembali
kata orang tak tau siapa
seperti supir bajaj yang ingin belok
tidak ada yang tahu aksinya kecuali beliau dan tuhannya
beliau membawa serta gerbong pemikiran bersamanya
menuju ketempat yang abadi tak terganggu lagi
dibalik kontroversinya
beliau tetaplah seorang tokoh penuh makna
minoritas yang saya belum mengerti definisinya apa
terus saja beliau bela
israel yang merupakan musuh bersama
beliau salami juga
salah tafsir masyarakat adalah makanan sehari-harinya
tergores namanya dalam tinta sejarah indonesia
selamat jalan wahai pejuang demokrasi
saya sematkan nama itu tidak semata karena anda minta
di sudut kota ku bertanya
apakah aku tidak lagi muda
di sudut kota ku bertanya
tentang apa itu umur yang bermakna
di sudut kota ku bertanya
tentang ilmu yang terserak dimana-mana
di sudut kota ku bertanya
apakah aku bisa sembuhkan luka
di sudut kota ku bertanya untuk terakhir kalinya
untuk apa aku berdiam disini lama-lama
semilir angin taman membuat ku ingin bergurau
melihat bunga-bunga cantik yang bergoyang
membuatku ingin tinggal lebih lama
sungguh cantik
merah merekah
sungguh menawan
di hamparan rumput yang disinari matahari pagi
kini ku berandai-andai indah
Rasulullah saw bersabda
“Hakim itu ada tiga,satu diantaranya masuk surga dan yang dua masuk neraka.Yang masuk surga adalah hakim yang mengetahui kebenaran dan mengadili dengannya.Sedangkan hakim yang mengetahui kebenaran namun melanggarnya,ia di neraka.Kemudian hakim yang mengadili dengan kebodohannya,ia di neraka.”
( HR Daud,Turmuzi dan Ibnu Majah).
mungkin kau merintih
mungkin ditambah sedih
aku tahu persis kau hanya bisa membisu
menahan tangis diujung pelupuk mata
namun kau tidak boleh berhenti
takdir telah berjalan pada relnya
palu telah diketuk mengikuti kehendak-Nya
tidak ada yang perlu disesali
kini jadilah anak manis
dan duduklah dengan rapih
katakan lantang pada dirimu
belum saatnya dirimu padam
kau masih bisa menerangi apa yang gelap
masih bisa menghangatkan apa yang dingin
cukuplah itu sebagai alasan
cukuplah itu sebagai tujuan
ingin hati rasanya memolesnya
memolesnya menjadi lebih berkilau
membuat mata menjadi silau
bukan untuk dia
tapi untuk dirinya
membuat hati menjadi buta
membuat mulut menjadi dusta
mungkin kedalamannya tidak seberapa
mungkin airnya juga tidak sedalam danau toba
tapi bukan itu masalahnya
bukan kedalamannya yang kutanya
aku melihat airnya sangat keruh
dan itu bisa membuat anda bertaruh
apakah ada yang berani merebah
dalam calon air bah